Untuk Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia

Kelola klinik penyakit dalam. Tanpa pasien DM yang tidak tahu HbA1c terakhirnya. Monitoring DM, HT, CKD & hasil lab digital.

Sistem booking konsultasi penyakit dalam, monitoring kronis multi-penyakit (DM, hipertensi, CKD, dislipidemia) dalam satu dashboard, trending hasil lab otomatis, jadwal kontrol per kondisi, pengingat minum obat harian, QRIS tanpa EDC, dan rekam medis digital untuk dokter spesialis penyakit dalam Indonesia. Profesional tanpa developer.

Buat aplikasi klinik internist gratis

200+ bisnis layanan di seluruh Asia Tenggara

Dibangun untuk dokter spesialis penyakit dalam Indonesia

Dashboard multi-penyakit kronis. Hasil lab tren — bukan angka statis.

Dari monitoring DM/HT/CKD/dislipidemia dalam satu dashboard hingga trending HbA1c/kreatinin/profil lipid, jadwal kontrol per kondisi, pengingat obat harian ke pasien, dan QRIS.

Dashboard multi-penyakit kronis

Pasien dengan DM + HT + dislipidemia — semua kondisi dan target terpantau dalam satu layar

Pasien internist sering datang dengan beberapa kondisi sekaligus. Dashboard per pasien menampilkan: status kontrol DM (HbA1c terakhir, target <7% atau <8% untuk lansia, tren 3 kunjungan terakhir), status kontrol hipertensi (TD terakhir, target <130/80 atau <140/90 untuk CKD), status lipid (LDL terakhir, target <70 atau <100 tergantung risiko kardiovaskular), dan status fungsi ginjal (eGFR terakhir, stadium CKD). Tidak perlu membuka 4 rekam medis berbeda — semua terlihat di satu tempat saat Anda mulai konsultasi.

Trending hasil lab otomatis

Input hasil HbA1c, kreatinin, profil lipid — grafik tren dari waktu ke waktu otomatis terbentuk

Setiap kali Anda input hasil lab (dari lab mandiri pasien atau lab yang Anda rekomendasikan), sistem otomatis menambahkan ke grafik tren: HbA1c per 3 bulan, kreatinin/eGFR per 1-3 bulan, LDL per 3-6 bulan, asam urat per 3 bulan, TSH untuk pasien tiroid. Grafik menampilkan target yang Anda set sebagai garis horizontal — pasien dan Anda langsung melihat apakah trending menuju target atau makin jauh. Visualisasi ini jauh lebih komunikatif dari angka tabel.

Pengingat minum obat dan lab rutin

Pasien DM dapat WhatsApp harian: minum metformin 500mg 2x sehari setelah makan

Set pengingat minum obat per pasien: daftar obat, dosis, frekuensi, kapan diminum (sebelum/sesudah makan, pagi/malam). WhatsApp pengingat dikirim sesuai jadwal. Untuk lab rutin, set jadwal: HbA1c setiap 3 bulan, kreatinin setiap 1 bulan untuk pasien CKD dengan ACE inhibitor, profil lipid setiap 6 bulan. Sistem kirim WhatsApp ke pasien 1 minggu sebelum jadwal lab: 'Sudah waktunya cek HbA1c Anda. Datang ke lab sebelum konsultasi berikutnya.' Pasien yang rajin lab memudahkan Anda untuk membuat keputusan terapi yang tepat.

Jadwal kontrol per kondisi

DM tidak terkontrol: kontrol 1 bulan. DM terkontrol baik: kontrol 3 bulan. Sistem yang atur.

Set frekuensi kontrol berdasarkan status kontrol kondisi: pasien DM dengan HbA1c >9% → kontrol 1 bulan untuk titrasi dosis, pasien DM dengan HbA1c <7% stabil → kontrol 3 bulan. Untuk CKD, frekuensi kontrol sesuai stadium: CKD stadium 3a → 3 bulan, CKD stadium 4 → 1-2 bulan untuk monitoring progresivitas dan persiapan dialisis. Sistem otomatis set jadwal kontrol berikutnya saat Anda selesai kunjungan — Anda tidak perlu ingat atau menghitung secara manual.

Alert eskalasi dan target tidak tercapai

HbA1c naik dari 7.2% menjadi 9.5% dalam 3 bulan — sistem flagging pasien untuk intervensi

Sistem monitoring mengidentifikasi pasien yang membutuhkan perhatian ekstra: HbA1c meningkat >1% dari kunjungan sebelumnya, TD konsisten di atas target meski sudah pakai 2 obat antihipertensi, eGFR turun >5 mL/min/1.73m² dalam 6 bulan (CKD progresif). Pasien yang ter-flag muncul di halaman 'Perlu Perhatian' agar Anda bisa memprioritaskan kontrol lebih awal atau menghubungi mereka. Anda tidak perlu mereview semua rekam medis untuk menemukan siapa yang butuh adjustment terapi.

QRIS dan manajemen resep ulang

Pasien stabil butuh resep ulang obat DM — telehealth singkat tanpa perlu ke klinik

Untuk pasien stabil yang butuh resep ulang tanpa perubahan terapi, Anda bisa issue resep digital setelah review data lab terbaru yang pasien upload. Pasien bayar konsultasi telehealth via QRIS, menerima resep digital di WhatsApp, dan beli obat di apotek rekanan. Tidak perlu datang ke klinik hanya untuk ambil resep. Ini menghemat waktu Anda dan meningkatkan akses untuk pasien yang jauh atau sibuk — sekaligus tetap mempertahankan hubungan dokter-pasien yang berkelanjutan.

FAQ

Pertanyaan dari dokter spesialis penyakit dalam Indonesia.

Harga

Bangun aplikasimu. Kembangkan bisnismu.

Mulai gratis dan upgrade kapan pun kamu siap. Tanpa biaya setup. Tanpa biaya tersembunyi.

EXPLOREGratisAkses AI app builder · Kredit AI Rp 30rb / bulan · Bangun & preview aplikasi · Hanya preview — belum bisa publish · Template komunitas · Preview analytics dasar
Mulai Bangun
LAUNCH
175rb/ bulan

Publish aplikasi pertama dan mulai menjangkau pelanggan.

  • Kredit AI Rp 150rb / bulan
  • 1 aplikasi live
  • URL: suriya.ai/{slug}
  • SSL termasuk
  • Analytics dasar
  • Dukungan email
Mulai Sekarang
BUSINESS
999rb/ bulan

Otomatisasi AI penuh, kolaborasi tim, dan opsi white-label.

  • Kredit AI Rp 1,1jt / bulan
  • 10 aplikasi live
  • Marketing autopilot
  • Anggota tim (3 termasuk)
  • Akses API
  • Account manager khusus
  • Opsi white-label
Mulai Sekarang
ENTERPRISECustomSkala tak terbatas dengan custom integrations, SLA, opsi on-premise, dan tim khusus.
Hubungi Kami

Paket tahunan hemat 20% (2 bulan gratis) · Setiap paket termasuk kredit AI bernilai nyata

Ready to grow your business?

Start free — no credit card required.

Buat aplikasi klinik internist gratis