Sistem booking konsultasi paru-paru, spirometry tren per kunjungan, OSA CPAP compliance monitoring, polysomnography scheduling, QRIS tanpa EDC, dan rekam medis untuk dokter spesialis paru-paru Indonesia. Profesional tanpa developer.
Buat aplikasi klinik paru-paru gratis200+ bisnis layanan di seluruh Asia Tenggara
Dibangun untuk dokter spesialis paru-paru Indonesia
Dari spirometry tren per kunjungan hingga OSA CPAP compliance monitoring, polysomnography scheduling, TB screening, QRIS, dan laporan klinik.
Spirometry dan PFT tren per kunjungan
Untuk pasien asma, COPD, bengkak paru interstisial, rekam spirometry per kunjungan: pre dan post bronchodilator FEV1, FVC, FEV1/FVC ratio, PEF. Grafik tren FEV1 vs time membantu lihat apakah terapi kontroler (ICS/LABA/LAMA) efektif. Alert jika FEV1 turun >15% dari baseline → flare atau progressif. Untuk COPD, grading per GOLD guidelines (mild/moderate/severe) ditampilkan. BKO (bronkhitis kronik) vs emfisema bisa dicatat per visit. Data spirometry dari mesin bisa diinput manual atau CSV upload.
OSA CPAP compliance monitoring
Pasien OSA (obstructive sleep apnea) yang pakai CPAP, data dari CPAP machine (ResMed, Philips) bisa diinput: usage hours per day, AHI (apnea-hypopnea index), mask leak L/min, dan comfort score. Target adherence: >4 jam/hari dan >70% hari. Alert jika adherence <50% → edukasi ulang, mask fitting issue. Grafik compliance per minggu/bulan. Untuk pasien intolerant CPAP, alternatif oral appliance therapy dicatat. PSG repeat setelah 3 bulan CPAP untuk verify AHI improvement.
Polysomnography scheduling dan hasil
Booking PSG untuk pasien OSA suspect atau follow-up. Hasil PSG: AHI (apnea-hypopnea index), ODI (oxygen desaturation index), lowest SpO2, sleep efficiency, REM percentage. Kategorisasi OSA severity: mild (AHI 5-15), moderate (15-30), severe (>30). Bagi pasien yang tidak bisa in-lab, home sleep apnea test (HSAT) direkam hasilnya. Koordinasi dengan sleep lab: pasien yang sudah booking PSG tidak perlu telpon, cek jadwal dari dashboard.
TB screening dan DOT monitoring
Untuk TB screening: TST (Mantoux) induration measurement, IGRA (Quantiferon) result, chest X-ray, sputum AFB (acid-fast bacilli). Untuk pasien aktif TB: regimen OAT (Obat Anti Tuberkulosis) per weight, DOT (Directly Observed Therapy) dicatat setiap dosis minum (via video call atau kunjungan CHW). Monitoring efek samping OAT: hepatotoksisitas (AST/ALT per bulan), neuropati (INH), visual disturbance (ethambutol). Alert AST/ALT >3x ULN → stop hepatotoksis. Kontak tracing dicatat.
Inhaler technique assessment dan adherence
Pasien asma atau COPD dengan inhaler, assessment teknik per kunjungan: MDI dengan spacer, DPI (turbuhaler, accuhaler). Kesalahan teknik (tidak exhale penuh, inhalasi terlalu cepat) dicatat dan diedukasi ulang. Adherence counter dari inhaler digital (jika ada) bisa diinput: jumlah puff remaining, jumlah puff per hari. Alert jika inhaler akan habis dalam 7 hari → refill reminder. Kepingatan pasien datang kontrol sebelum inhaler habis.
QRIS dan laporan klinik paru-paru
Set tarif: konsultasi paru-paru, PSG in-lab atau HSAT, TB DOT visit, edukasi inhaler. QRIS satu scan per layanan. Laporan klinik: distribusi diagnosis (asma, COPD, OSA, TB, fibrosis interstisial), severity distribution, AHI mean untuk OSA, CPAP compliance rate, dan TB treatment completion rate. Laporan untuk rekredensial SpP dan program TB nasional.
Harga
Mulai gratis dan upgrade kapan pun kamu siap. Tanpa biaya setup. Tanpa biaya tersembunyi.
Publish aplikasi pertama dan mulai menjangkau pelanggan.
Lebih banyak aplikasi, domain sendiri, alat AI Marketing, dan chatbot.
Otomatisasi AI penuh, kolaborasi tim, dan opsi white-label.
Paket tahunan hemat 20% (2 bulan gratis) · Setiap paket termasuk kredit AI bernilai nyata
Start free — no credit card required.
Buat aplikasi klinik paru-paru gratis