Untuk Dokter Spesialis Paliatif Indonesia

Kelola klinik perawatan paliatif. Tanpa pasien kanker stadium akhir yang menderita nyeri tidak terkontrol karena dosis opioid tidak dititrasi tepat. Manajemen nyeri WHO ladder, gejala monitoring & advanced care planning — semua digital.

Sistem manajemen klinik paliatif, manajemen nyeri WHO analgesic ladder (opioid titrasi, breakthrough pain), asesmen gejala multi-dimensi (ESAS, PPS), advanced care planning (ACP) dan dokumen wasiat medis, home-based palliative care koordinasi, dukungan keluarga dan bereavement, QRIS tanpa EDC, dan rekam medis untuk dokter spesialis paliatif Indonesia. Profesional tanpa developer.

Buat aplikasi klinik paliatif gratis

200+ bisnis layanan di seluruh Asia Tenggara

Dibangun untuk dokter spesialis paliatif Indonesia

Manajemen nyeri WHO ladder dan gejala monitoring. Advanced care planning, home-based paliatif & dukungan keluarga — semua terstruktur.

Dari manajemen nyeri WHO analgesic ladder (opioid titrasi, breakthrough pain protocol) hingga asesmen gejala multi-dimensi ESAS, advanced care planning, home-based palliative care koordinasi, dan dukungan keluarga dan bereavement.

Manajemen nyeri WHO analgesic ladder

Step 1 (NSAID), Step 2 (tramadol), Step 3 (morfin/opioid kuat) — titrasi dan breakthrough pain

WHO analgesic ladder 3-step digital: Step 1 — NSAID (ibuprofen, diclofenac, ketorolac) + adjuvan (parasetamol, kortikosteroid untuk nyeri tulang metastasis); Step 2 — opioid lemah (tramadol 50-100 mg per 6-8 jam, kodein) + NSAID; Step 3 — opioid kuat (morfin oral immediate-release 5-10 mg per 4 jam sebagai starting dose, titrasi 25-33% setiap 24-48 jam jika tidak terkontrol, oxycodone, fentanyl patch untuk nyeri stabil, hidromorfon). Rekam: skala nyeri NRS 0-10 per kunjungan/per hari, obat saat ini (nama, dosis, frekuensi, rute), breakthrough pain frequency (lebih dari 4x per hari = inadequate baseline), total opioid consumption per 24 jam untuk kalkulasi dosis baru. Rotasi opioid jika efek samping intolerable. Efek samping opioid: mual (metoklopramid, ondansetron), konstipasi (laksatif pencahar wajib sejak mulai opioid), sedasi (dosis adjustment), pruritis, retensi urin.

Asesmen gejala multi-dimensi ESAS dan PPS

Edmonton Symptom Assessment System — 9 gejala tren, Palliative Performance Scale — prognosis

ESAS (Edmonton Symptom Assessment System) rekam per kunjungan: nyeri, kelelahan, mual, depresi, ansietas, drowsiness, nafsu makan, wellbeing, sesak nafas — masing-masing 0-10. Grafik tren ESAS 9 gejala dari waktu ke waktu. Alert jika skor >7 pada salah satu gejala. PPS (Palliative Performance Scale) 10-100%: ambulasi, aktivitas, bukti penyakit, intake makanan/cairan, consciousness. PPS <30% estimasi survival <3 bulan (untuk koordinasi ACP dan hospice). ECOG performance status paralel. Gejala refrakter: disfungsi kognitif (delirium terminal — haloperidol, midazolam), sekret terminal (hioskinin atau glikopironium), dispnea terminal (opioid, benzodiazepin, fan).

Advanced care planning (ACP) dan dokumen wasiat medis

Tujuan perawatan, DNR/DNAR, wasiat medis — percakapan terstruktur dan terdokumentasi

ACP digital terstruktur: percakapan tujuan perawatan (goals of care conversation) dengan pasien dan keluarga — rekam: pemahaman penyakit pasien, harapan dan kekhawatiran, nilai-nilai penting (kualitas hidup vs kuantitas hidup), preferensi tempat meninggal (rumah, RS, hospice). DNAR (Do Not Attempt Resuscitation) — dokumen yang ditandatangani pasien atau keluarga jika pasien tidak kompeten, dengan saksi. Wasiat medis (living will): prosedur yang diinginkan atau tidak diinginkan jika tidak bisa berkomunikasi (intubasi, ventilasi mekanik, dialisis, pemberian makan artifisial, antibiotik aktif). Proxy decision maker: siapa yang membuat keputusan jika pasien tidak kompeten. Semua dokumen digital, timestamped, dan bisa direvisi kapan saja.

Home-based palliative care koordinasi

Kunjungan rumah, perawat paliatif, keluarga sebagai caregiver — koordinasi tim terpadu

Home-based palliative care memerlukan koordinasi tim: SpPal (medis, titrasi opioid), perawat paliatif (symptom monitoring, perawatan luka, pemasangan kateter, edukasi keluarga), psikolog/konselor (dukungan psikologis pasien dan keluarga), pekerja sosial (kebutuhan sosial-ekonomi, asuransi, urusan administrasi), dan chaplain/rohaniawan (spiritual care). Jadwal kunjungan rumah per tim dicatat. Laporan kunjungan per anggota tim. Komunikasi antar tim: catatan per kunjungan bisa dibaca semua anggota. Krisis 24 jam: nomor darurat tim paliatif direkam dan bisa dikomunikasikan ke keluarga. Eskalasi ke IGD atau rawat inap jika gejala tidak terkontrol di rumah.

Dukungan keluarga dan bereavement

Edukasi keluarga, anticipatory grief, bereavement follow-up — dukungan holistik

Dukungan keluarga sebagai caregiver: edukasi cara merawat pasien di rumah (perawatan kulit dekubitus, oral hygiene, posisi nyaman, manajemen gejala darurat), tanda-tanda kematian yang akan datang (perubahan pola nafas Cheyne-Stokes, mottling, extremitas dingin, penurunan urin, semi-koma — edukasi agar keluarga tidak panik), dan kapan menghubungi tim paliatif atau IGD. Anticipatory grief: asesmen respons kesedihan keluarga sebelum kematian, identifikasi complicated grief risk (ketergantungan tinggi, konflik tidak terselesaikan, kurang dukungan sosial). Bereavement follow-up: kontak keluarga 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan setelah kematian pasien. Skrining komplikasi duka (complicated grief — PG-13 Prolonged Grief Disorder instrument, referral konseling jika perlu).

QRIS dan laporan klinik paliatif

Konsultasi paliatif, kunjungan rumah, sesi ACP — semua via QRIS atau invoice RS

Set tarif: konsultasi paliatif rawat jalan, konsultasi paliatif rawat inap (tarif per kunjungan atau paket per episode), kunjungan rumah, sesi ACP (goals of care conversation), dan sesi dukungan keluarga. QRIS satu scan atau billing ke RS. Laporan klinik: distribusi diagnosis (kanker vs non-kanker), PPS rata-rata saat pertama konsultasi (untuk evaluasi apakah paliatif dirujuk lebih awal), rata-rata NRS nyeri saat dirujuk vs saat kontrol terakhir, % pasien dengan DNAR terdokumentasi, dan % pasien yang meninggal di preferensi tempat (rumah vs RS). Data ini mendukung evaluasi program paliatif dan penelitian.

FAQ

Pertanyaan dari dokter spesialis paliatif Indonesia.

Harga

Bangun aplikasimu. Kembangkan bisnismu.

Mulai gratis dan upgrade kapan pun kamu siap. Tanpa biaya setup. Tanpa biaya tersembunyi.

EXPLOREGratisAkses AI app builder · Kredit AI Rp 30rb / bulan · Bangun & preview aplikasi · Hanya preview — belum bisa publish · Template komunitas · Preview analytics dasar
Mulai Bangun
LAUNCH
175rb/ bulan

Publish aplikasi pertama dan mulai menjangkau pelanggan.

  • Kredit AI Rp 150rb / bulan
  • 1 aplikasi live
  • URL: suriya.ai/{slug}
  • SSL termasuk
  • Analytics dasar
  • Dukungan email
Mulai Sekarang
BUSINESS
999rb/ bulan

Otomatisasi AI penuh, kolaborasi tim, dan opsi white-label.

  • Kredit AI Rp 1,1jt / bulan
  • 10 aplikasi live
  • Marketing autopilot
  • Anggota tim (3 termasuk)
  • Akses API
  • Account manager khusus
  • Opsi white-label
Mulai Sekarang
ENTERPRISECustomSkala tak terbatas dengan custom integrations, SLA, opsi on-premise, dan tim khusus.
Hubungi Kami

Paket tahunan hemat 20% (2 bulan gratis) · Setiap paket termasuk kredit AI bernilai nyata

Ready to grow your business?

Start free — no credit card required.

Buat aplikasi klinik paliatif gratis