Untuk Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia

Kelola klinik kedokteran penerbangan. Tanpa pilot yang terbang dengan kondisi medis yang seharusnya dievaluasi lebih dahulu. Medical certificate pilot, fitness-to-fly asesmen & crew health monitoring — semua digital.

Sistem manajemen klinik kedokteran penerbangan, medical certificate pilot dan crew (Class 1/2/3 ICAO/CASR), fitness-to-fly asesmen penumpang medis, aeromedical decision making (AMEL/SODA), kabin pressure efek pada kondisi medis, fatigue management, QRIS tanpa EDC, dan rekam medis untuk dokter spesialis kedokteran penerbangan Indonesia. Profesional tanpa developer.

Buat aplikasi klinik penerbangan gratis

200+ bisnis layanan di seluruh Asia Tenggara

Dibangun untuk dokter spesialis kedokteran penerbangan Indonesia

Medical certificate pilot dan fitness-to-fly asesmen. Aeromedical decision making, crew health & fatigue management — semua terstruktur.

Dari medical certificate pilot Class 1/2/3 ICAO/CASR hingga fitness-to-fly asesmen penumpang medis, aeromedical decision making (AMEL/SODA), efek kabin pressure pada kondisi medis, crew fatigue management, dan QRIS tanpa EDC.

Medical certificate pilot dan crew

Class 1 (airline pilot), Class 2 (private pilot), Class 3 (ATC) — ICAO/CASR standard

Medical certificate penerbangan per kelas ICAO/CASR Indonesia: Class 1 untuk airline transport pilot license (ATPL) dan commercial pilot license (CPL) — pemeriksaan paling ketat, validitas 6 bulan usia <40 tahun atau 12 bulan usia 40+; Class 2 untuk private pilot license (PPL) — validitas 24 bulan usia <40 atau 12 bulan usia 40+; Class 3 untuk air traffic controller (ATC). Komponen pemeriksaan standar ICAO Doc 8984: visual acuity (koreksi penuh 6/6 binokular, persepsi warna Ishihara 25 plate, visual field), audiometri (pure tone average), EKG 12-lead (Class 1 wajib, resting dan exercise stress test usia >40), tekanan darah (batas Class 1: <160/95 dengan atau tanpa obat tertentu), urinalisis, laboratorium darah (CBC, glukosa puasa, kolesterol, GGT alkohol marker), dan pemeriksaan fisik lengkap. Sertifikat digital ditandatangani SpKP dan diterbitkan.

Fitness-to-fly asesmen penumpang medis

Pasien post-operasi, kardiovaskular, PPOK, fraktur, psikiatri — layak terbang atau tidak

Fitness-to-fly asesmen untuk penumpang dengan kondisi medis: kardiovaskular (STEMI stabil >7-10 hari boleh terbang, PCI >3 hari, CABG >10 hari, DVT akut tidak boleh, PE tidak boleh hingga stabil), respiratori (PPOK — SpO2 >92% duduk, hypoxia altitude simulation test jika SpO2 85-92%, pneumotoraks hingga >2 minggu post-resolusi), post-operasi (laparotomi >10 hari, laparoskopi >24 jam, kraniotomi >7-10 hari, fraktur dengan gips — gas dalam kavitas bahaya ekspansi), psikiatri (tidak boleh terbang sendiri jika agitasi aktif atau risiko bunuh diri), hamil (<36 minggu umumnya boleh, >36 tidak untuk jarak jauh), dan neonatus (<48 jam tidak boleh). Output: fit/fit dengan syarat (MEDA medical declaration/WCHR/WCHS/WCHC untuk kursi roda)/tidak fit.

Aeromedical decision making (AMEL/SODA)

Kondisi medis yang memerlukan waiver — AMEL (Authorization for Medical License) Indonesia

Beberapa kondisi medis tidak otomatis mendiskualifikasi pilot, tetapi memerlukan asesmen lebih lanjut dan waiver: hipertensi yang terkontrol dengan obat tertentu (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker tertentu — atenolol bisa digunakan pilot Class 1, amlodipine OK, diuretik tidak ideal untuk dehidrasi ketinggian), diabetes (DM tipe 2 dengan OHO tertentu — metformin OK, GLP-1 agonist OK, SGLT2 perlu evaluasi, insulin tidak untuk single-crew), riwayat aritmia (SVT yang berhasil ablasi, AF dengan faktor risiko rendah), riwayat psikiatri (depresi yang stabil dengan SSRI tertentu), riwayat cedera kepala/epilepsi, dan riwayat kanker. SODA (Statement of Demonstrated Ability) untuk defisit fungsi permanen yang terkompensasi. Dokumentasi AMEL/SODA terhubung ke Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Indonesia.

Efek kabin pressure dan ketinggian pada kondisi medis

Kabin pressure 6000-8000 kaki — hipoksia, ekspansi gas, kondisi yang berisiko

Kabin pesawat komersil dipertahankan pada tekanan ekivalen 6.000-8.000 kaki (1800-2400 m), bukan tekanan permukaan laut. Efek fisiologis: PaO2 turun dari 100 ke 65-70 mmHg (SpO2 dari 99% ke 92-95%). Kondisi yang berisiko: anemia berat (Hb <8 g/dL — hipoksemia lebih signifikan), PPOK berat, pneumonia aktif, baru mendapat scuba diving (risiko decompression sickness, tunggu 12-24 jam setelah dive tanpa decompression stop atau 24-48 jam setelah dive decompression), gas dalam tubuh yang ekspansi (ileus paralitik, pneumoperitoneum, pneumotoraks, bola mata post-operasi gas tamponade — tidak boleh terbang hingga gas resorb, gips sirkuler — risiko compartment syndrome). Hipoxia altitude simulation test (HAST) dengan FiO2 15% (simulasi ketinggian 8000 kaki): rekam SpO2 pada HAST, indikasi O2 suplemen inflight jika SpO2 <85%.

Crew health monitoring dan fatigue management

Jam terbang, duty time, rest period, fatigue risk — kepatuhan regulasi CASR Part 121

Untuk pilot dan crew aktif, monitoring kesehatan berkala: pemeriksaan medis tahunan (annual medical), laporan kondisi medis yang baru (kewajiban melaporkan ke AME jika ada kondisi baru), dan monitoring faktor fatigue. Fatigue Risk Management System (FRMS) support: rekam jam terbang per bulan (batas CASR 100 jam per bulan, 1000 jam per tahun), duty time dan rest period (minimum rest 8-10 jam sebelum duty), dan laporan fatigue dari pilot (Karolinska Sleepiness Scale atau kuesioner subjektif). Jet lag protokol: arah perjalanan timur (paling berat), recovery rate 1 jam per hari, suhu core body temperature dan melatonin timing. Medication dan flying: obat yang tidak boleh saat terbang (sedatif, antihistamin sedating, opioid, beberapa antihipertensi).

QRIS dan laporan klinik penerbangan

Medical certificate, fitness-to-fly, konsultasi aeromedical — semua via QRIS

Set tarif: medical certificate Class 1 (komprehensif termasuk EKG, audiometri, lab), Class 2 (standar), Class 3 (ATC), fitness-to-fly assessment penumpang, konsultasi aeromedical decision (AMEL/SODA), dan konsultasi crew health (fatigue, kondisi baru). QRIS satu scan atau invoice perusahaan penerbangan. Laporan klinik: distribusi kelas medical certificate, jumlah kondisi yang memerlukan AMEL, jumlah penumpang fitness-to-fly per bulan. Data ini mendukung laporan ke Ditjen Perhubungan Udara dan audit Kemenhub.

FAQ

Pertanyaan dari dokter spesialis kedokteran penerbangan Indonesia.

Harga

Bangun aplikasimu. Kembangkan bisnismu.

Mulai gratis dan upgrade kapan pun kamu siap. Tanpa biaya setup. Tanpa biaya tersembunyi.

EXPLOREGratisAkses AI app builder · Kredit AI Rp 30rb / bulan · Bangun & preview aplikasi · Hanya preview — belum bisa publish · Template komunitas · Preview analytics dasar
Mulai Bangun
LAUNCH
175rb/ bulan

Publish aplikasi pertama dan mulai menjangkau pelanggan.

  • Kredit AI Rp 150rb / bulan
  • 1 aplikasi live
  • URL: suriya.ai/{slug}
  • SSL termasuk
  • Analytics dasar
  • Dukungan email
Mulai Sekarang
BUSINESS
999rb/ bulan

Otomatisasi AI penuh, kolaborasi tim, dan opsi white-label.

  • Kredit AI Rp 1,1jt / bulan
  • 10 aplikasi live
  • Marketing autopilot
  • Anggota tim (3 termasuk)
  • Akses API
  • Account manager khusus
  • Opsi white-label
Mulai Sekarang
ENTERPRISECustomSkala tak terbatas dengan custom integrations, SLA, opsi on-premise, dan tim khusus.
Hubungi Kami

Paket tahunan hemat 20% (2 bulan gratis) · Setiap paket termasuk kredit AI bernilai nyata

Ready to grow your business?

Start free — no credit card required.

Buat aplikasi klinik penerbangan gratis