Sistem booking konsultasi bedah, pre-op briefing digital ke pasien, informed consent digital tersimpan permanen, post-op monitoring wound care otomatis, jadwal kontrol milestone (D+1, 1 minggu, 1 bulan), QRIS tanpa EDC, dan dokumentasi operasi untuk dokter spesialis bedah Indonesia. Profesional tanpa developer.
Buat aplikasi praktik bedah gratis200+ bisnis layanan di seluruh Asia Tenggara
Dibangun untuk dokter spesialis bedah Indonesia
Dari pre-op briefing hingga informed consent digital, dokumentasi operasi, post-op wound monitoring, jadwal kontrol milestone, QRIS, dan laporan praktik.
Pre-op briefing digital ke pasien
Saat operasi dijadwalkan, sistem otomatis kirim pre-op briefing ke WhatsApp pasien: instruksi puasa (jam berapa mulai puasa makanan/minuman), obat apa yang harus dihentikan dan kapan, obat apa yang tetap dilanjutkan, apa yang perlu dibawa ke RS, instruksi hygiene pre-op (mandi dengan chlorhexidine jika perlu), dan kapan harus tiba. Pengingat H-1 otomatis memastikan pasien tidak lupa. Pasien yang kurang siap pre-op berkurang — komplikasi anestesi dan infeksi luka menurun.
Informed consent digital tersimpan permanen
Sistem kirim link informed consent ke WhatsApp pasien sebelum tindakan. Pasien membaca prosedur, risiko, alternatif, dan prognosis; lalu tanda tangan digital di smartphone. Waktu dan IP address tanda tangan dicatat otomatis sebagai metadata. Dokumen tersimpan permanen di rekam medis pasien dan tidak bisa dihapus. Saat audit medis atau kasus medikolegal, Anda bisa pull dokumen informed consent kapan saja — tidak ada lagi informed consent kertas yang hilang atau tanda tangan yang dipertanyakan.
Dokumentasi operasi
Setelah operasi selesai, buat laporan operasi digital: diagnosis pre-op, temuan intraoperatif (kondisi yang berbeda dari yang direncanakan, perdarahan, adesi, temuan insidental), teknik yang dilakukan (langkah utama), material dan implant yang digunakan (jenis mesh, jenis jahitan, ukuran drain), tim operasi, durasi, dan status pasien post-op langsung. Laporan operasi ini menjadi bagian rekam medis pasien dan bisa dicetak untuk kebutuhan BPJS atau asuransi.
Post-op monitoring dan wound care
Setelah pasien pulang, sistem kirim checklist wound care harian ke WhatsApp: cek tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nanah, demam >38°C), instruksi ganti balut, kapan boleh mandi, kapan benang dilepas. Pasien bisa reply dengan foto luka jika ada yang mengkhawatirkan. Sistem flagging otomatis: jika pasien lapor demam atau discharge, Anda mendapat notifikasi segera. Komplikasi post-op terdeteksi lebih cepat sebelum pasien harus ke IGD.
Jadwal kontrol milestone pasca operasi
Saat pasien selesai operasi, set milestone follow-up: D+1 (evaluasi awal, pastikan tidak ada komplikasi segera), D+7 (lepas benang/staples untuk luka bersih), 2 minggu (evaluasi untuk operasi yang lebih kompleks), 1 bulan (evaluasi jaringan parut, fungsi normal), 3 bulan jika perlu. WhatsApp pengingat H-2 sebelum setiap milestone. Pasien yang tidak datang pada milestone kritis mendapat reminder tambahan dari sistem.
QRIS milestone dan deposit pre-operasi
Untuk operasi elektif, buat skema pembayaran: deposit pre-operasi (misalnya 30% dari total biaya) dibayar saat jadwal operasi dikonfirmasi, dan pelunasan setelah operasi selesai. Pasien scan QRIS berbeda untuk setiap milestone pembayaran. Tanda terima digital dikirim ke WhatsApp. Anda punya cash flow yang predictable untuk biaya pre-op (material, anestesiologi) dan tidak ada pasien yang hilang setelah dijadwalkan tanpa membayar deposit.
Harga
Mulai gratis dan upgrade kapan pun kamu siap. Tanpa biaya setup. Tanpa biaya tersembunyi.
Publish aplikasi pertama dan mulai menjangkau pelanggan.
Lebih banyak aplikasi, domain sendiri, alat AI Marketing, dan chatbot.
Otomatisasi AI penuh, kolaborasi tim, dan opsi white-label.
Paket tahunan hemat 20% (2 bulan gratis) · Setiap paket termasuk kredit AI bernilai nyata
Start free — no credit card required.
Buat aplikasi praktik bedah gratis